Setiap perusahaan selalu memiliki asset atau aktiva, baik aktiva tetap maupun aktiva tidak tetap. Setiap asset tetap (fixed asset) memiliki  nilai perolehan, dan memiliki masa pakai atau manfaat, misalnya tiga tahun, lima tahun atau mungkin juga ada yang sampai sepuluh tahun atau lebih. Misalnya mesin diperoleh pada harga X dengan masa pakai lima tahun.

Setelah melewati masa pakai maka dengan sendirinya nilai asset tadi berkurang atau menyusut. Nilai pengurangan atau penyusutan dari asset itulah yang disebut dengan istilah depresiasi atau penyusutan. Jika asset hanya mampu berproduksi selama lima tahun maka masa penyusutan asset itu ditetapkan lima tahun. Jika asset ternyata mampu dipakai hingga delapan tahun, maka masa penyusutannya delapan tahun, begitu seterusnya.

Masa penyusutan tergantung masa pakai. Namun, pada umumnya setiap jenis asset sudah ada standar berapa lama masa pakai efektif. Mobil misalnya, pada umumnya memiliki masa penyusutan selama lima tahun. Artinya, secara akuntansi nilai buku dari mobil tadi pada lima tahun mendatang akan menjadi nol, meskipun fisik mobilnya tetap ada.

Mobil tadi ditaksir memiliki masa pakai efektif lima tahun sehingga dalam pembukuan juga didepresiasi selama lima tahun. Artinya, setiap tahun mobil tadi nilainya berkurang dengan nilai yang tetap hingga menjadi nol dalam lima tahun. Pada tahun pertama mobil tadi menyusut 20 persen atau Rp40 juta. Tahun kedua juga menyusut 20 persen. Tahun berikutnya juga akan menyusut dengan nilai yang sama sehingga pada tahun ke lima nilai buku dari mobil itu menjadi nol.

Sumber: okezone.com