1. Kliring

Simorangkir (1998 : 141) mengemukakan bahwa kliring adalah tata cara perhitungan utang piutang dalam bentuk surat-surat dagang dan surat-surat berharga antara bank-bank peserta kliring dengan maksud agar perhitungan utang piutang tersebut terselnggarakan secara mudah, cepat dan aman.

Proses perhitungan tersebut diatur oleh suatu lembaga yang berada dibawah Bank Indonesia yang disebut Lembaga Kliring dan diselenggarakan oleh bank Indonesia atau bank yang di tunjuk oleh Bank Indonesia bila pada wilayah tersebut tidak terdapat cabang Bank Indonesia.

2. Inkaso

Yopie Yusuf (1992 : 48) mengemukakan bahwa inkaso adalah penagihan warkat-warkat kliring yang terdapat diluar wilayah kliring bank yang bersangkutan. Misalnya si A adalah nasabah bank X Bandung. Ia menerima warkat kliring (cek / BG) dari bank di luar Bandung, maka nasabah tersebut menginkasokan warkatnya. Dengan menggunakan fasilitas inkaso ini nasabah tidak perlu menagih sendiri,pihak yang tertagih yang berada diluar wilayah kliring tempat ia berada, tetapi cukup dengan menyerahkan warkat yang akan ditagih tersebut ke bank X

3. Transfer

Yopie Yusuf (1992 : 54) mengemukakan bahwa transfer adalah jasa pelayanan bank kepada masyarakat untuk mengirimlkan sejumlah uang dalam bentuk rupiah atau valuta asing yang ditujukan kepada pihak lain (perusahaan, lembaga atau perorangan) disuatu tempat (dalam/luar negeri) sesuai dengan permintaan pengirim.

4. Safe Deposit Box

Safe deposit box adalah kotak yang disewakan oleh bank kepada nasabah sebagai tempat penyimpanan barang atau surat-surat berharga. Kotak ini terbuat dari bahan tahan api dan ledakan (sampai kekuatan tertentu).
Sumber: shvoong.com