Perusahaan pada umumnya mempunyai pengeluaran-pengeluaran setiap harinya. Untuk membiayai hal tersebut maka bila harus menunggu pencairan cek atau menunggu pengambilan uang dari kas perusahaan maka akan memakan waktu yang lama dan tidak efektif. Untuk itu perusahaan biasanya akan melakukan penyisihan sebagian uangnya dari dana kas umum perusahaan untuk digunakan sebagai dana pembiayaan bagi kegiatan-kegiatan yang sifatnya tidak rutin dan tidak membutuhkan biaya besar.
Dana tersebut biasa dikenal dengan nama kas kecil. Kas kecil adalah bagian dari pengelolaan kas besar yang diperuntukan untuk pengeluaran-pengeluaran yang jumlahnya relatif kecil dan tidak efektif bila menggunakan cek, atau diambil dari kas besar perusahaan. Oleh karena itu diperlukan mekanisme yang tepat agar kas kecil mampu menggambarkan kondisi yang sebenarnya.